21 May 2012

“SI P A D A N G “

  • PDF
Addthis

Hampir di seluruh daerah di nusantara ini, perantau yang namanya orang Padang mendiami kota-kota besar hingga ke pelosok desa yang ada di negeri ini. Umumnya mereka dikenal dengan panggilan kerennya si Padang. Pada umumnya si Padang, berprofesi sebagai pengusaha, pedagang, wiraswastawan, PNS, juga yang berkecimpung di dunia politik, menjadi pejabat eksekutif maupun legislatif. Namun yang tak kalah hebatnya ialah menggalas(berdagang-red) sebagai pedagang kaki lima (PKL) yang dinamik, agresif, kreatif serta hebat mengobral segala macam barang dagangan dengan gayanya yang khas simpatik.

Tetapi, yang membuat si Padang ini lebih dikenal dan terkenal lain tidak karena banyaknya restoran, warung, kedai, lepau walau café sekalipun yang bermerk Padang. Masakan dan makanan Padang seakan-akan agak unik rasanya dari masakan daerah lain di nusanara kita ini. Mungkin dengan bumbu dan adukannya yang demikian mengundang selera setiap orang yang mencicipinya, sehingga tidak mudah untuk melupakannya. Justru itulah setiap orang yang telah mencoba dan merasakannya selalu terkesan dalam kerongkongannya, seakan-akan ingin berulang kali makan masakan si Padang?
Padahal si Padang itu merantau hanya berbekal ilmu yang diberikan oleh para tetua di kampungnya masing-masing berupa motivasi, kejujuran serta kemauan untuk bekerja keras. Jarang diberikan modal atau uang, selain cuma motivasi diri. Ada istilah yang selalu didengar dan jadi pegangan setiap anak muda yang akan merantau ialah: Karatau madang dihulu babuah babungo balun, marantaulah bujang dahulu dirumah paguno balun. Dirantau carilah sanak keluarga dan induk semang (majikan) serta pendekatan dengan pergaulan yang baik dengan siapa saja, tanpa memandang suku atau agama apapun.

Membuktikan jika mereka ada yang berhasil di rantau ialah dengan pulangnya setiap tahunnya yang juga dikenal dengan pulang basamo setiap lebaran atau setiap Hari Raya Idul fitri. Jika mereka cukup mampu dan dikenal sebagai pengusaha sukses atau pejabat tinggi, maka tak ayal lagi di kampung halaman tempat kelahiharannya selalu ada rumah,  gedung mewah atau mesjid yang jadi buah tangannya. Itu pertanda bahwa dia memang dikenal dan terkenal baik dirantau maupun di kampungnya sendiri.

Tetapi, jika ada diantara mereka yang merantau melanggar ajaran dan membuat onar atau serta merusak nama si Padang, biasanya atas kesepakatan persatuan atau kelompok maupun paguyuban yang ada, berasal dari kampungnya, akan menegur dan memberikan biaya untuk mereka yang nakal tersebut kembali ke kampungnya.?! Karena memang hampir seluruh kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Barat mempunyai persatuan di rantau baik di kota-kota besar maupun di kabupaten sekalipun. Contoh; Persatuan Perantau Minang Kabupaten Agam (Bukit Tinggi) , Kabupaten Pariaman, Tanah Datar dan lain-lainnya.

Ya itulah si Padang yang dikenal sebagai insan yang pandai bergaul, dinamik, kreatif, pekerja keras serta pantang bermalas-malas. Jika demikan mereka akan terlantar di rantau orang. Yang penting mereka harus berhasil di rantau dengan usaha dan kemuauan yang keras. Dengan kemauan dan keberanian yang kuat, tak ada yang tak mungkin. Tuhan akan membantu bagi mereka yang percaya akan dirinya sendiri. Begitu…

Namun, dibalik kesuksesan mereka dirantau orang, hingga kini kita belum mendengar dimana pun di nusantara kita ini, yang namanya KAMPUNG PADANG? Mengapa, karena si Padang kalau sudah berhasil, jarang dan enggan untuk bersatu dengan mereka yang sama-sama bermerk si Padang. Benar demikian, tentu mereka yang sukses dibidangnya lah yang lebih mengetahuinya. Tidak seperti perantau China, dimana-mana di pelosok dunia ini tetap ada yang namanya China Town atau kampong Cina. (*)

 


Related news items:
Older news items: