MCC, Singkarak - Bilih adalah nama ikan yang hidup di danau Singkarak (Sumatera Barat), ukurannya sedikit lebih besar dari ikan teri hanya saja memiliki bentuk badan yang pipih dan lonjong. Sebenarnya masih ada dua spesies bilih yang lain, yakni yang berada di daerah Danau Maninjau (Sumatera Barat) dan sekitar Sungai Amazon (Brazil). Tidak begitu jelas mengapa dinamakan bilih, karena menurut bahasa Minangkabau sendiri bilih sendiri berarti iblis atau setan. Ikan bilih ini tidak dapat hidup selain di danau Singkarak yang merupakan habitatnya, kalaupun keberadaannya ditemukan di sungai-sungai kecil sekitarnya itu merupakan terusan dari danau. Bahkan pernah suatu kali ilmuwan Amerika berkunjung dan membawa bibit bilih ini ke negaranya untuk dikembangkan, namun hasilnya nihil, meski menggunakan teknologi dan peralatan canggih jenis apapun ikan bilih tetap tak bisa hidup. Hal ini dikarenakan oleh adaptasi ikan yang luar biasa terhadap susunan kimia air Danau Singkarak yang unik.
Sepintas, fisik ikan bilih mirip dengan ikan teri ukuran sedang. Ikan bilih memang sejenis ikan teri. Namun berbeda dengan ikan teri dari Medan misalnya, ikan bilih memiliki tekstur dan ukuran tubuh yang lebih besar dan renyah.
Mau tahu rasanya jus dari lidah buaya (aloe vera)? Yuk coba saja bertandang ke Sekolah Pertanian Pembagunan (SPP) Padang. Lidah buaya mereka kembangkan melalui usaha ekonomis para siswa. Di samping itu, juga sebagai sarana penelitian dan labor peraktik siswa calon petani masa depan tersebut. Setiap kali sekolah ini mendapat undangan promosi, maka produk sekolah seperti jus lidah buaya ini menjadi oleh-oleh khas bagi pengunjung.
Ide membuat jus lidah buaya ini, awalnya hanya untuk konsumsi siswa di sekolah. Tetapi setelah dicoba, maka minat untuk bisnisnya semakin meningkat, kataKepala SPP Padang, Ir Hj Marwita Oeyoeb.
Lidah buaya berkhasiat untuk menghambat infeksi HIV mencegah penyembuhan luka, antibakteri dan sebagainya. Mau tahu lebih lanjut, maka silakan saja datang ke sekolah tersebut. (*)
Tak mau kalah dengan daerah lain, Solok Selatan pun punya kuliner khas. Oleh-oleh yang sering jadi sasaran para tamu yang datang ke daerah ini, diantaranya kipang puluik. Cemilan asli Solsel itu, cukup unik dibanding made in daerah lain. Kriuk-kriuk gurih renyah..
Kipang puluik termasuk makanan tradisional yang merakyat. Tak sulit menemukan tempat penjualan makanan khas tersebut. Di pusat oleh-oleh saribu rumah gadang, kawasan Pasirtalang Muaralabuh, atau pada hari pasar. Alternatif lain, jika ingin sambil melihat proses pembuatannya, bisa langsung datang ke rumah produksi.
"Setiap pulang kampung, saya pasti bawa kipang puluik untuk oleh-oleh. Teman-teman dikantor kadang nitip dibelikan kipang. Makanan ringan asal Solsel, memang beda,"ungkap Narti yang mengaku selalu membawa kipang puluik, bila pulang ke Batam.
Bulan puasa adalah bulan yang penuh berkah bagi semua orang, tidak terkecuali bagi penjual buah kelapa muda. Kelapa muda merupakan salah satu buah yang sering kita temui dan dikonsumsi selama Ramadhan.
Anto (33), salah seorang penjual kelapa muda ini ketika mengaku, baru tahun ini menjual kelapa muda. Saya baru bulan puasa tahun ini berjualan kepala muda melihat peluang berjualan buah ini cukup menjanjikan, terangnya.